just me..

just me..
it's me..

Sabtu, 25 Agustus 2012

Kucing Kesayangan.. :)

Kali ini, aku akan bercerita mengenai dua makhluk Allah yang unyu-unyu yang beberapa bulan terakhir menjadi trending topic di kosan Pondok Surya tercinta. Yupz, siapa lagi mereka kalo bukan Boo-Boo dan Lolita. Mereka berdua adalah kucing kampung yang amat sangat kami (Pondsuerz) cintai. Hhaha. Agak lebay memang. Tapi itu fakta.
Lolita adalah kucing kampung dengan corak belang berwarna kuning keemasan. kata Emak angkatnya alias Mutia Meta sich umurnya udah tua untuk ukuran kucing. Well, kita sendiri gag ada yang bisa mastiin itu kucing umur berapa sekarang. Hhehe. Loli sapaan akrab untuk Lolita jarang sekali mengeong seperti kebanyakan kucing lain. Kucing betina ini sangat pasif. Kembali lagi mungkin karena faktor usia. Kata Emaknya pula, Lolita senang dengan menu ikan tongkol, karena sering kali Loli hanya kami beri udang rebon dan tak mau memakannya. Aku gag sepenuhnya mendukung perkataan Meta. Jelas aja, pernah suatu hari Loli mengambil paksa ayam goreng yang hendak ku makan. Huft. Tapi ku maafkan, mungkin karena begitulah tingkah laku dari kucing garong alias Loli.
Lain Loli lain pula Boo-Boo (Bubu). Anak kucing berjenis kelamin jantan dengan corak belang hitam putih ini sering kami panggil dengan "Autis". Tingkahnya yang senang berlari-lari, mengejar ekor sendiri, bermanja-manja dengan Pondsurez membuat kami sangat gemas dengannya. Bubu datang ke kosan kami saat ukuran tubuhnya masih kecil hingga beberapa bulan kemudian tubuhnya menjadi agak besar kemudian menghilang secara tiba-tiba. Berbagai asumsi merajarela tapi tak satupun membuat Bubu kembali ke kosan ini. Iya semoga Bubu bahagia di tempatnya yang baru. Sedih memang. Tapi kami harus move on. Hhaha.. Pondsurez sering sekali memandikan Bubu dan Loli, selain itu aku pribadi paling senang memberi mereka minum susu dengan merk ULTR*. Jadi kangen dengan aktivitas itu semua. Libur lebaran membuat aku tak bertemu dengan Loli. Apa kabar yaa Loli?! Hhoho.. Sekian dulu cerita tentang Bubu dan Lolita. Ini dia foto mereka.. :)



Kamis, 09 Agustus 2012

Move on..


Kalau ada lagu yg bilang lebih baik sakit gigi dibanding sakit hati, aku gag pernah bisa mengomentarinya karena belum pernah merasakan keduanya sampai tanggal 5 Agustus 2012 kemarin. Akhirnya aku merasakan sakit hati. Sakit banget. Begini rasanya harus melepas orang yang ku sayang. Gag pernah sebelumnya aku membayangkan keputusan itu akan terlontar darinya. Jelas ajja. Sekalipun masalah memang ada dan selalu ku rasakan tapi aku menganggap kita bisa melewatinya.  Tapi yasudah, keputusan itu sudah terjadi, walau masih banyak perasaan yang menjanggal di hati. Masih banyak hal pula yang rasanya ingin ku ungkap kepadanya.
Jujur aku gag marah sama dia, tapi sedikit kecewa karena caranya yang melepasku di akhir kita bersama tidak ku pahami. Tiga hari menangis itu rasanya luar biasa. Mata sembab, gag nafsu makan sampe ngerasa bener2 tertatih  ngejalani setiap aktivitas.  Lagu yang gag pernah bosen diputer sampe detik ini pun adalah “Tertatih-Kerispatih”. But, I have to move on.. bersyukur masih banyak sahabat yang luar biasa selalu mendukung dan sang mamah yang luar biasa menguatkan aku, menghapus kesedihan dan memberikan semangat. Bukankah hakikat mencintai adalah melepaskannya walau mungkin terdengar sedikit klasik. Tapi yaa aku memang terlalu menyayangimu maka aku akan berusaha ikhlas melepasmu tanpa aku bisa melepas semua kenangan yang pernah kita buat.
Menutup tulisan ini, tanpa sadar air mataku meleleh (lagi).  Terima kasih untuk semua kenangan yang telah kamu ukir di hati ku.

Jumat, 27 Juli 2012

thank you so much.. :)


Akhirnya skripsi ku udah jadi. Bagian skripsi yang ku suka adalah bagian “ucapan terima kasih”, dimana aku bisa menuliskan rasa terima kasih untuk orang-orang yang berarti bagi hidupku especially orang-orang yang udah ngebantu dalam pembuatan skripsi ini.
Berikut ini adalah ucapan terima kasih yang ku susun untuk skripsi ku..
Alhamdulillahirabbil’aalamiin. Maha suci Allah atas segala nikmat serta karunia-Nya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.
            Terima kasih penulis ucapkan kepada Dr. Ir. Luki Abdullah, M.Sc. Agr sebagai dosen pembimbing utama sekaligus dosen pembimbing akademik atas segala bimbingan, nasihat serta sarannya selama penulis menjadi mahasiswa, selama penelitian hingga penulisan skripsi dan Prof. Dr. drh. M. Agus Setiadi sebagai dosen pembimbing anggota atas segala kesabarannya dalam memberikan bimbingan dan saran selama penelitian hingga penulisan skripsi ini dapat selesai. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Ir. Kukuh Budi Satoto, MS sebagai dosen pembahas yang telah memberikan saran-saran pada seminar penulis serta kepada Prof. Dr. Ir. Toto Toharmat, M. Agr. Sc dan Dr. Jakaria, S.Pt. M.Si. sebagai dosen penguji sidang atas saran-saran yang telah diberikan.
            Ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya, penulis haturkan kepada Ayahanda Sutrisna dan Ibunda Halimah yang selalu mencurahkan kasih sayang, doa, kesabaran, serta dukungan moril dan material yang diberikan kepada penulis. Terima kasih juga penulis ucapkan kepada kakak Teddy Septiansa dan Adikku Gustriana yang terus memberikan semangat bagi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.
            Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada rekan satu penelitian (Ima, Dian, Ool, dan Kogan) atas kerjasama dan dukungan selama penelitian dan penyelesaian skripsi ini. Pak Bondan yang turut membantu dalam pengambilan dan evaluasi semen kelinci. Kemudian, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Lilis, Meta, Alfi, Rina, Lina, Ardi, Gumi atas bantuan selama penelitian yang diberikan kepada penulis. Terima kasih kepada Gisda Marsel Nuansa dan Rahmat Hidayat atas semangat, perhatian dan motivasi yang sangat berarti bagi penulis.  Terima kasih kepada teman-teman INTP 45 (Genetic 45) dan Relawan KSR PMI Unit 1 IPB atas kebersamaan yang telah tercipta, semoga tali silahturahim kita tetap terjalin.
            Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan bagi semua pihak yang menggunakannya.
Bogor,  Juni 2012

Penulis
        Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua..  :) :) :)
 


Sabtu, 21 Juli 2012

Don’t give up..


Kalimat itu punya mantra tersendiri untukku sejak masa penelitian tahun lalu. Pernah suatu masa saat awal penelitian semua terasa sulit dan tidak memungkinkan. Dari permasalahan dana sampe masalah teknis semuanya bikin ‘galau’. Iya namanya juga mahasiswa tingkat akhir, kayanya kalo gag galau gag asik.. hhe. Tapi semua itu gag lantas buatku mundur, justru aku jadikan tantangan. Tujuannya satu, agar semua rencana penelitian hingga kelulusan bisa berjalan sesuai rencana.
        Perjuangan keras aku dan teman-teman akhirnya membuahkan hasil. November 2011, akhirnya penelitian bisa dimulai, tapi ada satu kejadian yang sempat buat ku ingin menangis terjadi saat kelinci-kelinci penelitian akan masuk kandang. Semua teman penelitian ku izin pulang dengan berbagai alasan karena memang dari malam sebelumnya kami menginap di kandang. Rasanya sendiri di kandang nunggu hewan penelitian itu sesuatu rasanya, hingga untuk mengusir kejenuhan, aku chatting dengan seorang kakak tingkat dan mencurahkan semuanya. Ka Eza said,” semua akan selalu ada jalan asal jangan pernah menyerah”. Sejak saat itu, semua tantangan yang ada di depan memang harus dilakukan dengan ikhlas dan penuh perjuangan. Now, gag kerasa aku sudah melewati tahap sidang. Insyaallah tinggal nunggu daftar wisuda.. Don’t give up, friends.. :) :) :)

Senin, 16 Juli 2012

4.l.4.y


Kata “alay” rasanya bukan menjadi kata yang asing lagi untuk didengar. Raditya Dika said, “alay adalah fase kehidupan manusia sebelum dewasa, jadi kalo diurutkan lahir-balita-remaja-4.l.4.y-dewasa.”
Tapi yang masih buat ku heran hingga detik ini, entah kenapa teman-temanku banyak yang memanggilku “alay”. Entah karena hal apa juga mereka mengkategorikan ku dengan sebutan itu.
Pakaian yang aku pakai biasa, tapi tidak menurut pendapat mereka. Cara bicara pun rasanya masih dalam kisaran normal, gaya foto ku pun tidak alay seperti yang Raditya Dika golongkan dengan pose sekitar 45o.
Jujur kadang ngerasa keberatan dipanggil gitu, lantas kapan aku bisa menjadi pribadi yang lebih dewasa. Di sisi lain, kadang aku juga ngerasa beruntung karena bagaimanapun itu artinya mereka adalah orang-orang yang senantiasa memperhatikan kita dengan cara yang mungkin tidak kita pahami.
Orang pertama yang mencetuskan untuk memanggilku secara konsisten dengan panggilan “alay” adalah Rina Atriana alias kamseupay. Sekalipun usia perkenalan kami baru sekitar 4 bulan, tapi dia adalah seonggok manusia yang cukup sering buatku ketawa dengan berbagai ocehan yang kadang diluar imajinasiku..
:) :) :)

Selasa, 03 Juli 2012

sidang ESPETE


Tanggal 18 Juni 2012 menjadi salah satu tanggal yang bersejarah buat ku sekarang. Fyi, di hari itu aku ujian sidang S1. Rasa gugup mulai terasa sejak aku daftar ujiang sidang. Berbagai bahan kuliah yang berhubungan dengan skripsi ku pun telah terkumpul.
Hari demi hari, yang ku lakukan hanya membaca, mengulang lagi, membaca lagi dan mengulang lagi.
Tibalah pada hari-H.
Dengan pakaian formal a la mau ujian sidang, aku ke kampus. Sahabat-sahabat terbaikku mengantarkanku, bahkan mendampingi hingga akhir ujian sidang.
Awalnya memang merasa tidak puas dengan ujian sidang hari itu, but no body’s perfect. Begitulah kata temanku yang berusaha menguatkan aku.
Pak Luki yang berperan sebagai moderatorku hari itu akhirnya menyampaikan hasil ujian sidang ku, “selamat Dona, kamu lulus dengan nilai A”. Luar biasa senangnya. Rasanya perjuangan dari penelitian yang lumayan berat terbayar sudah..
Makasii buat semuanya.. :)

Senin, 14 Mei 2012

Story of PKM 2012

Sepertinya gag bosen-bosen buat aku dan teman-teman especially imaa n’ alfi untuk trus iseng ngirimin proposan PKM (Program Kreativitas Mahasiswa). Yupz,, benar saja keisengan itu. Tahun ini 3 proposal PKM kami lolos untuk didanai DIKTI. Ada tiga nama ku masuk di dalam proposal bareng Ima. Dua bertemakan pengabdian masyarakat dan satu lagi bertemakan penelitian (yang sebenarnya itu penelitian tugas akhir kami). Satu diantaranya aku sebagai ketua.
Kerempongan alias kesibukan mulai terjadi di Bulan April 2012. Jelas aja seperti itu. Hampir semua anggota PKM sama. Alhasil kami seolah memerankan 1 program untuk satu orang. Tidak masalah untuk yang PKM Penelitian karena kami sudah menjalankannya jauh sebelum MONEV (monitroring dan evaluasi), terlebih lagi ada ‘bundo’ panggilan akrab untuk sang ketua Dian yang menyelesaikan laporan pertanggungjawaban.
Hari MONEV tingkat DIKTI pun tiba. Tanggal 10 dan 11 Mei menjadi tanggal yang menegangkan bagi seluruh mahasiswa yang mendapatkan dana untuk menjalankan PKM-nya. Tak terkecuali kami. Mendapat komentar baik pada MONEV tingkat fakultas dan IPB memang cukup memberi kami semangat tetapi rasanya tidak cukup untuk membuat kami tenang, apalagi dosen pembimbing kami pun datang melihat presentasi kami.
Presentasi PKM penelitian dan PKM pengabdian masyarakat yang diketuai Imaa dapat dikatakan berjalan dengan lancar. Pemonev pun rasanya masih bersikap baik pada kami. But, something happened in next presentation who I am leader. My PKM about fertilizer and the Jury is an expert about soil. Bisa ditebak bagaimana jalannya presentasi. Tidak mulus, tapi yang pasti aku dan teman-teman yang lain sudah berusaha. Tinggal pasrahkan saja bagaimana hasilnya.
Satu hal lucu yang terjadi bawha pada malam itu, aku sempat salah mengucap jargon.. hho..  Disaat puncak kedinginan tanganku dan ketegangan kami, kami masih sempat foto-foto sebelum presentasi. Narsis itu masih belum hilang dari kami rupanya.. hho..
Pejuang Kelinci: Dian, Dona, Imaa, Kogan, Noval
Pejuang Plastik: Imaa, Dona, Alfi, Dara, Ardi
Pejuang kompos: Dona, Imaa, Alfi, Dian, Ardi
Proud of them.. thank you so much,  friends..
:) :) :)