Kali ini, aku akan bercerita mengenai dua makhluk Allah yang unyu-unyu yang beberapa bulan terakhir menjadi trending topic di kosan Pondok Surya tercinta. Yupz, siapa lagi mereka kalo bukan Boo-Boo dan Lolita. Mereka berdua adalah kucing kampung yang amat sangat kami (Pondsuerz) cintai. Hhaha. Agak lebay memang. Tapi itu fakta.
Lolita adalah kucing kampung dengan corak belang berwarna kuning keemasan. kata Emak angkatnya alias Mutia Meta sich umurnya udah tua untuk ukuran kucing. Well, kita sendiri gag ada yang bisa mastiin itu kucing umur berapa sekarang. Hhehe. Loli sapaan akrab untuk Lolita jarang sekali mengeong seperti kebanyakan kucing lain. Kucing betina ini sangat pasif. Kembali lagi mungkin karena faktor usia. Kata Emaknya pula, Lolita senang dengan menu ikan tongkol, karena sering kali Loli hanya kami beri udang rebon dan tak mau memakannya. Aku gag sepenuhnya mendukung perkataan Meta. Jelas aja, pernah suatu hari Loli mengambil paksa ayam goreng yang hendak ku makan. Huft. Tapi ku maafkan, mungkin karena begitulah tingkah laku dari kucing garong alias Loli.
Lain Loli lain pula Boo-Boo (Bubu). Anak kucing berjenis kelamin jantan dengan corak belang hitam putih ini sering kami panggil dengan "Autis". Tingkahnya yang senang berlari-lari, mengejar ekor sendiri, bermanja-manja dengan Pondsurez membuat kami sangat gemas dengannya. Bubu datang ke kosan kami saat ukuran tubuhnya masih kecil hingga beberapa bulan kemudian tubuhnya menjadi agak besar kemudian menghilang secara tiba-tiba. Berbagai asumsi merajarela tapi tak satupun membuat Bubu kembali ke kosan ini. Iya semoga Bubu bahagia di tempatnya yang baru. Sedih memang. Tapi kami harus move on. Hhaha.. Pondsurez sering sekali memandikan Bubu dan Loli, selain itu aku pribadi paling senang memberi mereka minum susu dengan merk ULTR*. Jadi kangen dengan aktivitas itu semua. Libur lebaran membuat aku tak bertemu dengan Loli. Apa kabar yaa Loli?! Hhoho.. Sekian dulu cerita tentang Bubu dan Lolita. Ini dia foto mereka.. :)
just me..
it's me..
Sabtu, 25 Agustus 2012
Kamis, 09 Agustus 2012
Move on..
Kalau ada lagu yg
bilang lebih baik sakit gigi dibanding sakit hati, aku gag pernah bisa mengomentarinya
karena belum pernah merasakan keduanya sampai tanggal 5 Agustus 2012 kemarin. Akhirnya aku merasakan sakit hati. Sakit banget. Begini rasanya harus melepas
orang yang ku sayang. Gag pernah sebelumnya aku membayangkan keputusan itu akan
terlontar darinya. Jelas ajja. Sekalipun masalah memang ada dan selalu ku
rasakan tapi aku menganggap kita bisa melewatinya. Tapi yasudah, keputusan itu sudah terjadi,
walau masih banyak perasaan yang menjanggal di hati. Masih banyak hal pula yang
rasanya ingin ku ungkap kepadanya.
Jujur aku gag marah
sama dia, tapi sedikit kecewa karena caranya yang melepasku di akhir kita
bersama tidak ku pahami. Tiga hari menangis itu rasanya luar biasa. Mata sembab,
gag nafsu makan sampe ngerasa bener2 tertatih
ngejalani setiap aktivitas. Lagu yang
gag pernah bosen diputer sampe detik ini pun adalah “Tertatih-Kerispatih”. But,
I have to move on.. bersyukur masih banyak sahabat yang luar biasa selalu mendukung dan sang mamah yang luar biasa menguatkan aku, menghapus kesedihan dan memberikan semangat. Bukankah hakikat mencintai adalah
melepaskannya walau mungkin terdengar sedikit klasik. Tapi yaa aku memang
terlalu menyayangimu maka aku akan berusaha ikhlas melepasmu tanpa aku bisa melepas
semua kenangan yang pernah kita buat.
Menutup tulisan
ini, tanpa sadar air mataku meleleh (lagi). Terima kasih untuk semua kenangan yang telah
kamu ukir di hati ku.
Jumat, 27 Juli 2012
thank you so much.. :)
Akhirnya
skripsi ku udah jadi. Bagian skripsi yang ku suka adalah bagian “ucapan terima
kasih”, dimana aku bisa menuliskan rasa terima kasih untuk orang-orang yang
berarti bagi hidupku especially orang-orang yang udah ngebantu dalam pembuatan
skripsi ini.
Berikut
ini adalah ucapan terima kasih yang ku susun untuk skripsi ku..
Alhamdulillahirabbil’aalamiin.
Maha suci Allah atas segala nikmat serta karunia-Nya sehingga skripsi ini dapat
diselesaikan.
Terima
kasih penulis ucapkan kepada Dr. Ir. Luki Abdullah, M.Sc. Agr sebagai dosen
pembimbing utama sekaligus dosen pembimbing akademik atas segala bimbingan,
nasihat serta sarannya selama penulis menjadi mahasiswa, selama penelitian
hingga penulisan skripsi dan Prof. Dr. drh. M. Agus Setiadi sebagai dosen
pembimbing anggota atas segala kesabarannya dalam memberikan bimbingan dan
saran selama penelitian hingga penulisan skripsi ini dapat selesai. Penulis
juga mengucapkan terima kasih kepada Ir. Kukuh Budi Satoto, MS sebagai dosen
pembahas yang telah memberikan saran-saran pada seminar penulis serta kepada Prof.
Dr. Ir. Toto Toharmat, M. Agr. Sc dan Dr. Jakaria, S.Pt. M.Si. sebagai dosen
penguji sidang atas saran-saran yang telah diberikan.
Ucapan
terima kasih yang setulus-tulusnya, penulis haturkan kepada Ayahanda Sutrisna
dan Ibunda Halimah yang selalu mencurahkan kasih sayang, doa, kesabaran, serta
dukungan moril dan material yang diberikan kepada penulis. Terima kasih juga
penulis ucapkan kepada kakak Teddy Septiansa dan Adikku Gustriana yang terus
memberikan semangat bagi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.
Penulis
juga mengucapkan terima kasih kepada rekan satu penelitian (Ima, Dian, Ool, dan
Kogan) atas kerjasama dan dukungan selama penelitian dan penyelesaian skripsi
ini. Pak Bondan yang turut membantu dalam pengambilan dan evaluasi semen
kelinci. Kemudian, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Lilis, Meta,
Alfi, Rina, Lina, Ardi, Gumi atas bantuan selama penelitian yang diberikan
kepada penulis. Terima kasih kepada Gisda Marsel Nuansa dan Rahmat Hidayat atas semangat, perhatian
dan motivasi yang sangat berarti bagi penulis.
Terima kasih kepada teman-teman INTP 45 (Genetic 45) dan Relawan KSR PMI Unit 1 IPB atas kebersamaan
yang telah tercipta, semoga tali silahturahim kita tetap terjalin.
Semoga
skripsi ini dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan bagi semua pihak yang
menggunakannya.
Bogor,
Juni 2012
Penulis
Semoga Allah membalas kebaikan kalian
semua.. :) :) :)

Sabtu, 21 Juli 2012
Don’t give up..
Kalimat
itu punya mantra tersendiri untukku sejak masa penelitian tahun lalu. Pernah suatu
masa saat awal penelitian semua terasa sulit dan tidak memungkinkan. Dari permasalahan
dana sampe masalah teknis semuanya bikin ‘galau’. Iya namanya juga mahasiswa
tingkat akhir, kayanya kalo gag galau gag asik.. hhe. Tapi semua itu gag lantas
buatku mundur, justru aku jadikan tantangan. Tujuannya satu, agar semua rencana
penelitian hingga kelulusan bisa berjalan sesuai rencana.
Perjuangan keras aku dan teman-teman
akhirnya membuahkan hasil. November 2011, akhirnya penelitian bisa dimulai,
tapi ada satu kejadian yang sempat buat ku ingin menangis terjadi saat
kelinci-kelinci penelitian akan masuk kandang. Semua teman penelitian ku izin
pulang dengan berbagai alasan karena memang dari malam sebelumnya kami menginap
di kandang. Rasanya sendiri di kandang nunggu hewan penelitian itu sesuatu
rasanya, hingga untuk mengusir kejenuhan, aku chatting dengan seorang kakak
tingkat dan mencurahkan semuanya. Ka Eza said,” semua akan selalu ada jalan
asal jangan pernah menyerah”. Sejak saat itu, semua tantangan yang ada di depan
memang harus dilakukan dengan ikhlas dan penuh perjuangan. Now, gag kerasa aku
sudah melewati tahap sidang. Insyaallah tinggal nunggu daftar wisuda.. Don’t give up,
friends.. :) :) :)
Senin, 16 Juli 2012
4.l.4.y
Kata “alay” rasanya bukan menjadi kata yang asing lagi
untuk didengar. Raditya Dika said, “alay adalah fase kehidupan manusia sebelum
dewasa, jadi kalo diurutkan lahir-balita-remaja-4.l.4.y-dewasa.”
Tapi
yang masih buat ku heran hingga detik ini, entah kenapa teman-temanku banyak
yang memanggilku “alay”. Entah karena hal apa juga mereka mengkategorikan ku
dengan sebutan itu.
Pakaian
yang aku pakai biasa, tapi tidak menurut pendapat mereka. Cara bicara pun
rasanya masih dalam kisaran normal, gaya foto ku pun tidak alay seperti yang
Raditya Dika golongkan dengan pose sekitar 45o.
Jujur kadang ngerasa keberatan dipanggil gitu, lantas
kapan aku bisa menjadi pribadi yang lebih dewasa. Di sisi lain, kadang aku juga
ngerasa beruntung karena bagaimanapun itu artinya mereka adalah orang-orang
yang senantiasa memperhatikan kita dengan cara yang mungkin tidak kita pahami.
Orang pertama yang mencetuskan untuk memanggilku secara
konsisten dengan panggilan “alay” adalah Rina Atriana alias kamseupay.
Sekalipun usia perkenalan kami baru sekitar 4 bulan, tapi dia adalah seonggok
manusia yang cukup sering buatku ketawa dengan berbagai ocehan yang kadang
diluar imajinasiku..
:) :) :)
Selasa, 03 Juli 2012
sidang ESPETE
Tanggal 18 Juni 2012 menjadi salah satu tanggal yang
bersejarah buat ku sekarang. Fyi, di hari itu aku ujian sidang S1. Rasa gugup
mulai terasa sejak aku daftar ujiang sidang. Berbagai bahan kuliah yang berhubungan
dengan skripsi ku pun telah terkumpul.
Hari demi hari, yang ku lakukan hanya membaca, mengulang
lagi, membaca lagi dan mengulang lagi.
Tibalah pada hari-H.
Dengan pakaian formal a la mau ujian sidang, aku ke kampus. Sahabat-sahabat
terbaikku mengantarkanku, bahkan mendampingi hingga akhir ujian sidang.
Awalnya memang merasa tidak puas dengan ujian sidang hari
itu, but no body’s perfect. Begitulah kata temanku yang berusaha menguatkan
aku.
Pak Luki yang berperan sebagai moderatorku hari itu akhirnya
menyampaikan hasil ujian sidang ku, “selamat Dona, kamu lulus dengan nilai A”.
Luar biasa senangnya. Rasanya perjuangan dari penelitian yang lumayan berat
terbayar sudah..
Makasii buat semuanya.. :)
Senin, 14 Mei 2012
Story of PKM 2012
Sepertinya gag
bosen-bosen buat aku dan teman-teman especially imaa n’ alfi untuk trus iseng
ngirimin proposan PKM (Program Kreativitas Mahasiswa). Yupz,, benar saja
keisengan itu. Tahun ini 3 proposal PKM kami lolos untuk didanai DIKTI. Ada
tiga nama ku masuk di dalam proposal bareng Ima. Dua bertemakan pengabdian
masyarakat dan satu lagi bertemakan penelitian (yang sebenarnya itu penelitian
tugas akhir kami). Satu diantaranya aku sebagai ketua.
Kerempongan alias
kesibukan mulai terjadi di Bulan April 2012. Jelas aja seperti itu. Hampir
semua anggota PKM sama. Alhasil kami seolah memerankan 1 program untuk satu
orang. Tidak masalah untuk yang PKM Penelitian karena kami sudah menjalankannya
jauh sebelum MONEV (monitroring dan evaluasi), terlebih lagi ada ‘bundo’
panggilan akrab untuk sang ketua Dian yang menyelesaikan laporan
pertanggungjawaban.
Hari MONEV tingkat
DIKTI pun tiba. Tanggal 10 dan 11 Mei menjadi tanggal yang menegangkan bagi
seluruh mahasiswa yang mendapatkan dana untuk menjalankan PKM-nya. Tak
terkecuali kami. Mendapat komentar baik pada MONEV tingkat fakultas dan IPB memang
cukup memberi kami semangat tetapi rasanya tidak cukup untuk membuat kami
tenang, apalagi dosen pembimbing kami pun datang melihat presentasi kami.
Presentasi PKM
penelitian dan PKM pengabdian masyarakat yang diketuai Imaa dapat dikatakan
berjalan dengan lancar. Pemonev pun rasanya masih bersikap baik pada kami. But,
something happened in next presentation who I am leader. My PKM about
fertilizer and the Jury is an expert about soil. Bisa ditebak bagaimana
jalannya presentasi. Tidak mulus, tapi yang pasti aku dan teman-teman yang lain
sudah berusaha. Tinggal pasrahkan saja bagaimana hasilnya.
Satu hal lucu yang
terjadi bawha pada malam itu, aku sempat salah mengucap jargon.. hho.. Disaat puncak kedinginan tanganku dan
ketegangan kami, kami masih sempat foto-foto sebelum presentasi. Narsis itu
masih belum hilang dari kami rupanya.. hho..
Pejuang Kelinci: Dian, Dona, Imaa, Kogan,
Noval
Pejuang Plastik: Imaa, Dona, Alfi, Dara,
Ardi
Pejuang kompos: Dona, Imaa, Alfi, Dian,
Ardi
Proud of them..
thank you so much, friends..
:) :) :)
Langganan:
Postingan (Atom)






