Kalau ada lagu yg
bilang lebih baik sakit gigi dibanding sakit hati, aku gag pernah bisa mengomentarinya
karena belum pernah merasakan keduanya sampai tanggal 5 Agustus 2012 kemarin. Akhirnya aku merasakan sakit hati. Sakit banget. Begini rasanya harus melepas
orang yang ku sayang. Gag pernah sebelumnya aku membayangkan keputusan itu akan
terlontar darinya. Jelas ajja. Sekalipun masalah memang ada dan selalu ku
rasakan tapi aku menganggap kita bisa melewatinya. Tapi yasudah, keputusan itu sudah terjadi,
walau masih banyak perasaan yang menjanggal di hati. Masih banyak hal pula yang
rasanya ingin ku ungkap kepadanya.
Jujur aku gag marah
sama dia, tapi sedikit kecewa karena caranya yang melepasku di akhir kita
bersama tidak ku pahami. Tiga hari menangis itu rasanya luar biasa. Mata sembab,
gag nafsu makan sampe ngerasa bener2 tertatih
ngejalani setiap aktivitas. Lagu yang
gag pernah bosen diputer sampe detik ini pun adalah “Tertatih-Kerispatih”. But,
I have to move on.. bersyukur masih banyak sahabat yang luar biasa selalu mendukung dan sang mamah yang luar biasa menguatkan aku, menghapus kesedihan dan memberikan semangat. Bukankah hakikat mencintai adalah
melepaskannya walau mungkin terdengar sedikit klasik. Tapi yaa aku memang
terlalu menyayangimu maka aku akan berusaha ikhlas melepasmu tanpa aku bisa melepas
semua kenangan yang pernah kita buat.
Menutup tulisan
ini, tanpa sadar air mataku meleleh (lagi). Terima kasih untuk semua kenangan yang telah
kamu ukir di hati ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar