just me..

just me..
it's me..

Jumat, 27 Juli 2012

thank you so much.. :)


Akhirnya skripsi ku udah jadi. Bagian skripsi yang ku suka adalah bagian “ucapan terima kasih”, dimana aku bisa menuliskan rasa terima kasih untuk orang-orang yang berarti bagi hidupku especially orang-orang yang udah ngebantu dalam pembuatan skripsi ini.
Berikut ini adalah ucapan terima kasih yang ku susun untuk skripsi ku..
Alhamdulillahirabbil’aalamiin. Maha suci Allah atas segala nikmat serta karunia-Nya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.
            Terima kasih penulis ucapkan kepada Dr. Ir. Luki Abdullah, M.Sc. Agr sebagai dosen pembimbing utama sekaligus dosen pembimbing akademik atas segala bimbingan, nasihat serta sarannya selama penulis menjadi mahasiswa, selama penelitian hingga penulisan skripsi dan Prof. Dr. drh. M. Agus Setiadi sebagai dosen pembimbing anggota atas segala kesabarannya dalam memberikan bimbingan dan saran selama penelitian hingga penulisan skripsi ini dapat selesai. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Ir. Kukuh Budi Satoto, MS sebagai dosen pembahas yang telah memberikan saran-saran pada seminar penulis serta kepada Prof. Dr. Ir. Toto Toharmat, M. Agr. Sc dan Dr. Jakaria, S.Pt. M.Si. sebagai dosen penguji sidang atas saran-saran yang telah diberikan.
            Ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya, penulis haturkan kepada Ayahanda Sutrisna dan Ibunda Halimah yang selalu mencurahkan kasih sayang, doa, kesabaran, serta dukungan moril dan material yang diberikan kepada penulis. Terima kasih juga penulis ucapkan kepada kakak Teddy Septiansa dan Adikku Gustriana yang terus memberikan semangat bagi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.
            Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada rekan satu penelitian (Ima, Dian, Ool, dan Kogan) atas kerjasama dan dukungan selama penelitian dan penyelesaian skripsi ini. Pak Bondan yang turut membantu dalam pengambilan dan evaluasi semen kelinci. Kemudian, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Lilis, Meta, Alfi, Rina, Lina, Ardi, Gumi atas bantuan selama penelitian yang diberikan kepada penulis. Terima kasih kepada Gisda Marsel Nuansa dan Rahmat Hidayat atas semangat, perhatian dan motivasi yang sangat berarti bagi penulis.  Terima kasih kepada teman-teman INTP 45 (Genetic 45) dan Relawan KSR PMI Unit 1 IPB atas kebersamaan yang telah tercipta, semoga tali silahturahim kita tetap terjalin.
            Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan bagi semua pihak yang menggunakannya.
Bogor,  Juni 2012

Penulis
        Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua..  :) :) :)
 


Sabtu, 21 Juli 2012

Don’t give up..


Kalimat itu punya mantra tersendiri untukku sejak masa penelitian tahun lalu. Pernah suatu masa saat awal penelitian semua terasa sulit dan tidak memungkinkan. Dari permasalahan dana sampe masalah teknis semuanya bikin ‘galau’. Iya namanya juga mahasiswa tingkat akhir, kayanya kalo gag galau gag asik.. hhe. Tapi semua itu gag lantas buatku mundur, justru aku jadikan tantangan. Tujuannya satu, agar semua rencana penelitian hingga kelulusan bisa berjalan sesuai rencana.
        Perjuangan keras aku dan teman-teman akhirnya membuahkan hasil. November 2011, akhirnya penelitian bisa dimulai, tapi ada satu kejadian yang sempat buat ku ingin menangis terjadi saat kelinci-kelinci penelitian akan masuk kandang. Semua teman penelitian ku izin pulang dengan berbagai alasan karena memang dari malam sebelumnya kami menginap di kandang. Rasanya sendiri di kandang nunggu hewan penelitian itu sesuatu rasanya, hingga untuk mengusir kejenuhan, aku chatting dengan seorang kakak tingkat dan mencurahkan semuanya. Ka Eza said,” semua akan selalu ada jalan asal jangan pernah menyerah”. Sejak saat itu, semua tantangan yang ada di depan memang harus dilakukan dengan ikhlas dan penuh perjuangan. Now, gag kerasa aku sudah melewati tahap sidang. Insyaallah tinggal nunggu daftar wisuda.. Don’t give up, friends.. :) :) :)

Senin, 16 Juli 2012

4.l.4.y


Kata “alay” rasanya bukan menjadi kata yang asing lagi untuk didengar. Raditya Dika said, “alay adalah fase kehidupan manusia sebelum dewasa, jadi kalo diurutkan lahir-balita-remaja-4.l.4.y-dewasa.”
Tapi yang masih buat ku heran hingga detik ini, entah kenapa teman-temanku banyak yang memanggilku “alay”. Entah karena hal apa juga mereka mengkategorikan ku dengan sebutan itu.
Pakaian yang aku pakai biasa, tapi tidak menurut pendapat mereka. Cara bicara pun rasanya masih dalam kisaran normal, gaya foto ku pun tidak alay seperti yang Raditya Dika golongkan dengan pose sekitar 45o.
Jujur kadang ngerasa keberatan dipanggil gitu, lantas kapan aku bisa menjadi pribadi yang lebih dewasa. Di sisi lain, kadang aku juga ngerasa beruntung karena bagaimanapun itu artinya mereka adalah orang-orang yang senantiasa memperhatikan kita dengan cara yang mungkin tidak kita pahami.
Orang pertama yang mencetuskan untuk memanggilku secara konsisten dengan panggilan “alay” adalah Rina Atriana alias kamseupay. Sekalipun usia perkenalan kami baru sekitar 4 bulan, tapi dia adalah seonggok manusia yang cukup sering buatku ketawa dengan berbagai ocehan yang kadang diluar imajinasiku..
:) :) :)

Selasa, 03 Juli 2012

sidang ESPETE


Tanggal 18 Juni 2012 menjadi salah satu tanggal yang bersejarah buat ku sekarang. Fyi, di hari itu aku ujian sidang S1. Rasa gugup mulai terasa sejak aku daftar ujiang sidang. Berbagai bahan kuliah yang berhubungan dengan skripsi ku pun telah terkumpul.
Hari demi hari, yang ku lakukan hanya membaca, mengulang lagi, membaca lagi dan mengulang lagi.
Tibalah pada hari-H.
Dengan pakaian formal a la mau ujian sidang, aku ke kampus. Sahabat-sahabat terbaikku mengantarkanku, bahkan mendampingi hingga akhir ujian sidang.
Awalnya memang merasa tidak puas dengan ujian sidang hari itu, but no body’s perfect. Begitulah kata temanku yang berusaha menguatkan aku.
Pak Luki yang berperan sebagai moderatorku hari itu akhirnya menyampaikan hasil ujian sidang ku, “selamat Dona, kamu lulus dengan nilai A”. Luar biasa senangnya. Rasanya perjuangan dari penelitian yang lumayan berat terbayar sudah..
Makasii buat semuanya.. :)

Senin, 14 Mei 2012

Story of PKM 2012

Sepertinya gag bosen-bosen buat aku dan teman-teman especially imaa n’ alfi untuk trus iseng ngirimin proposan PKM (Program Kreativitas Mahasiswa). Yupz,, benar saja keisengan itu. Tahun ini 3 proposal PKM kami lolos untuk didanai DIKTI. Ada tiga nama ku masuk di dalam proposal bareng Ima. Dua bertemakan pengabdian masyarakat dan satu lagi bertemakan penelitian (yang sebenarnya itu penelitian tugas akhir kami). Satu diantaranya aku sebagai ketua.
Kerempongan alias kesibukan mulai terjadi di Bulan April 2012. Jelas aja seperti itu. Hampir semua anggota PKM sama. Alhasil kami seolah memerankan 1 program untuk satu orang. Tidak masalah untuk yang PKM Penelitian karena kami sudah menjalankannya jauh sebelum MONEV (monitroring dan evaluasi), terlebih lagi ada ‘bundo’ panggilan akrab untuk sang ketua Dian yang menyelesaikan laporan pertanggungjawaban.
Hari MONEV tingkat DIKTI pun tiba. Tanggal 10 dan 11 Mei menjadi tanggal yang menegangkan bagi seluruh mahasiswa yang mendapatkan dana untuk menjalankan PKM-nya. Tak terkecuali kami. Mendapat komentar baik pada MONEV tingkat fakultas dan IPB memang cukup memberi kami semangat tetapi rasanya tidak cukup untuk membuat kami tenang, apalagi dosen pembimbing kami pun datang melihat presentasi kami.
Presentasi PKM penelitian dan PKM pengabdian masyarakat yang diketuai Imaa dapat dikatakan berjalan dengan lancar. Pemonev pun rasanya masih bersikap baik pada kami. But, something happened in next presentation who I am leader. My PKM about fertilizer and the Jury is an expert about soil. Bisa ditebak bagaimana jalannya presentasi. Tidak mulus, tapi yang pasti aku dan teman-teman yang lain sudah berusaha. Tinggal pasrahkan saja bagaimana hasilnya.
Satu hal lucu yang terjadi bawha pada malam itu, aku sempat salah mengucap jargon.. hho..  Disaat puncak kedinginan tanganku dan ketegangan kami, kami masih sempat foto-foto sebelum presentasi. Narsis itu masih belum hilang dari kami rupanya.. hho..
Pejuang Kelinci: Dian, Dona, Imaa, Kogan, Noval
Pejuang Plastik: Imaa, Dona, Alfi, Dara, Ardi
Pejuang kompos: Dona, Imaa, Alfi, Dian, Ardi
Proud of them.. thank you so much,  friends..
:) :) :)

Jumat, 12 Agustus 2011

lautbumi part 1


Gag kerasa sekarang aku sudah tingkat dua di Institut Pertanian Bogor. So, berarti juga banyak hal berbeda yang akan aku hadapi. Dimulai dengan resminya aku menjadi mahasiswa Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan fakultas Peternakan setelah menjalani Masa perkenalan fakultas selama tiga hari yang seru abis. Awalnya rada nervous juga masuk kelas, maklum aja semuanya baru. Teman baru, mata kuliah baru, dosen baru dan baju baru..(hhiihihihihi kaya mau lebaran aja).
Syukurlah seiring dengan berjalannya waktu semuanya baik-baik aja. Aku bisa mendapatkan teman-teman yang baik yang mau berbagi dan saling membantu terutama kalo lagi ada masalah mata kuliah yang rada sulit dicerna  gitu deh. (pi gag termasuk kalo lagi ujian loch..^.^). Hal yang paling membuat aku sangat senang adalah karena aku mendapatkan dosen pembimbing akademik seorang dekan. Pertama kali bertemu dengan beliau, aku deg-degan luar biasa, maklum takut kalo nanti disinggung masalah IPK. Secara IPK aku ditingkat pertama tidaklah terlalu bagus walaupun orang bilang masih diatas rata-rata. Pertemuan yang singkat dengan beliau pun sangat bermakna. Beliau meyakinkan aku dan dua teman ku yang satu dosen PA bahwa masuk Fakultas Peternakan bukanlah jalan yang salah, justru kita harus selalu bersyukur karena kami dapat masuk kesini mengalahkan pesaing-pesaing yang lain. Well, perkataan beliaulah yang selalu menjadi motivasi tersendiri buat ku agar aku selalu semangat menjalani semuanya dan bahwa aku dapat berkuliah disini merupakan ‘tersesat di jalan yang benar’..(hhe..itulah kata-kata teman seperjuangan dan dosen fapet sebagai bahan gurauan).
Menjalani kuliah di semseter tiga yang padat dengan 24 sks pun mulai ku rasakan. Ditambah lagi dengan kegiatan ku di ukm KSR PMI Unit 1 IPB yang tahun ini mulai masuk junior angkatan 19. Hal ini tentunya menjadi moment pembuktian untuk ku dan teman seangkatan ku untuk dapat memberikan yang terbaik untuk ukm ini.
Setelah menjalani kegiatan open reqruitment maka terpilihlah mereka yang menjadi calon Anggota Muda KSR angkatan 19. Yups, mereka masih calon, mereka harus menjalani semua kagiatan pendidikan dasar kemudian diakhiri dengan acara pelantikan untuk menjadi AM (Anggota Muda).
Dalam sebuah rapat pelantikan AM..
Rama sang katua pelaksana membuka rapat...
“ baiklah langsung aja kita mulai membahas siapa yang mengisi divisi-divisi ini.? Divisi acara siapa yang ingin masuk?”
“ oke aku saja”, Tri langsung saja bersedia. Maklum saja Tri dan Rama memang dua orang anggota KSR yang dapat dikatakan sangat aktif disetiap kegiatan KSR.
“Don,apa kamu mau bareng Tri di acara?”,tiba-tiba saja Rama menawarkan..
“ehh,hhmmm,,iya okelah,,”.
          Finally, aku masuk di divisi acara bareng Tri yang sifatnya rada-rada konyol gitu. Hhee.. Akhirnya dipilih juga tanggal untuk pelantikan AM yaitu tanggal 5 dan 6 Desember 2009.
♪ ♪ ♪

Untitled. .


Sebenarnya aq tak ingin bersikap seperti iTu. .
Dalam hati q pun menangis. .
Knp qt seperti dibatasi oleh sebuah kaca yg luasnya tak terhingga. .
Aq hanya dapat melihat namun tak mampu berbuad apapun. .
Aq hanya ingin menutupi segala yang q rasakan namun ternyata q tak sanggup. .
Aq pun tak tau apakah sisi yang tampak dari dirimu adalah sebuah kaca transparan atau kah seperti sebuah layar yang memang tertutup tuk melihat sisi yg q rasakan. .

Sampai kapan batas ini ini selalu q rasakan. .
:'(

lalu, apa yang memang dapat menghilangkan batas ini..
Sebuah persamaan atau kah sebuah perbedaan. ?